Kota dan Kata suasana kota cerah siang itu, bersama senyum manisnya tawa yang buatku rindu, melanda di kemudian hari diperlihatkan buku-buku jari, bertautan dengan surainya riuh kota metropolitan, tak ku hirau akan adanya lelah tak berarti adamu, walau siangku berganti malam nyaman lekat bersamanya saat adegan masa lalu terputar, hadir simpul manis di bibir itu gelak tawa pecah bersama diam ganti mencengkeram membeku di keheningan malam dalam sorotnya memandang hangat pipi ini terbakar jelaga di detik yang sama kupanjatkan untuk laki-laki di seberang sana doa yang tak henti akanmu akan cara Tuhan memisahkan dan kemudian mempertemukan pasti berbeda di setiap masanya melihatmu jadi sebuah upaya bersediakah kau menulis kisahku? kapan jemari ini akan bertautan? -s.a.
Posts
- Get link
- X
- Other Apps
Klandestin dingin palung punya cerita rahasia disimpan semesta sendiri memasung diskusi ditimbun tak diberi indikasi diam nyaman berdistraksi bicara hanya berdua hati terkurung tanpa ada saksi bungkam bagai sudah mati seribu kata tak kenal adab dan lagi alam menelan jawab bincang hangat dianggap tabu terpaksa langit melukis kelabu pilu mengadaptasi ikhtisar dengungkan satu persatu coba sini singgah sebentar, biar kita berbagi cerita itu biar rahasia milik semesta kau tak juga harus punya. 10/1/2020 - s.a
- Get link
- X
- Other Apps
Hanya Ucapan Ini bukan puisi romantis, bukan sajak lalu, atau penggalan syair. Sekadar ucapan untukmu, karena ini bulanmu, Oktober. Pembatas dua musim tropis, sekaligus pertanda musim angin barat akan tiba. Selamat tanggal tiga untuk kali kesepeluh di tahun ini, tiga bulan setelah tanggal tiga lain yang selalu jadi favoritku. Selamat musim hujan, musim favoritmu, kupikir.
- Get link
- X
- Other Apps
Kau hilang tanpa kenangan Selalu ruang menyela dalam sepi Dan senyummu menyiksa batin Jelas sesak dipenuhi angan Apa hanya aku yang terusik gelisah Sungguh waktu tak memberi isyarat Ingatku hanya gelengan kepala hari itu Sudahlah, lupakan saja detik itu Katanya tidak boleh ada tangis Pun masih tetap saja sama Terlalu jauh melayang dalam akal Juga terlalu dalam di relung Terlampau asing dua daratan Hujan tak lagi membelokkan kemari Cerita usang terbuai bagai fiksi Dan ego berbisik tuk berhenti mengusik lagi Aku hanya menunggu ombak itu datang Lalu bertanya kapan hari itu tiba Tapi waktu yang kala itu juga hadir, memintaku untuk bersabar sedikit lagi Semakin gusar pilu ini Tapi rindu lebih —s.a
- Get link
- X
- Other Apps
MAKALAH MATEMATIKA TRANSFORMASI GEOMETRI (TRANSLASI) Disusun dalam Rangka Memenuhi Tugas Matematika Wajib Disusun Oleh: Alifah Khairunnisa Hilmi Aulia Arsy Rahman Qodri Hana Aulia Mughniy Katori Hamdani Kesya Hanna Rosalie Muhammad Fernand Zaky Fadillah Satriadi Putra Santika Savira Aulia Pratiwiningtyas Tiara Pramitha Putri Bhary XI IPA 9 SMA NEGERI 2 KOTA TANGERANG SELATAN TANGERANG SELATAN BANTEN 2018 KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Kami juga berharap dengan sungguh-sungguh supaya makalah ini mampu berguna serta b...