Miniatur Gunung Meletus A. Tujuan Tujuan pembelajaran materi kali ini adalah agar para siswa/i dapat memahami bagian-bagian gunung berapi beserta fungsinya. Agar pemahaman tersebut lebih tertanam dalam ingatan siswa, kami mencoba menggunakan seluruh media belajar (audio, visual, kinestetik) dengan membuat simulasi gunung berapi. B. Alat dan Bahan - Plastisin - Kardus dan Infraboard - Mangkuk / wadah kecil - Cuka makan - Soda kue - Detergen / sabun cuci - Pewarna makanan merah - Selang kecil - Jarum suntik - Botol air mineral C. Langkah Kerja Membuat Gunung Berapi 1. Letakkan selembar kardus di atas tempat yang datar dan lapisi infraboard di sisi bawah kardus. Kardus ini digunakan sebagai alas. 2. Letakkan plastisin di atas alas yang sudah disiapkan, lalu olah plastisin tersebut agar berbentuk seperti gunung. 3. Buat rongga di tengah gunung (dari puncak sampai ke dasar) sebagai tempat “magma”. 4. Buat alur pada badan gunung un...
Aku menyesal dulu selalu menyalahkan Hujan kalau kau turun di saat yang tak tepat Aku menyalahkan tiap tetesmu yang hanya menimbulkan lara Kini aku sadar, seharusnya kubiarkan saja kau membasahi tubuh, agar aku tahu bagaimana ketulusanmu Kau mengajariku, meskipun telah jatuh berkali-kali, tapi tetap pantang menyerah Kau turun setelah kemarau panjang Memberi arti betapa pentingnya bersabar Kamu itu meneduhkan Menyejukkan hati setiap penikmatnya —s.a Arsip 27 September, 2018
Kau hilang tanpa kenangan Selalu ruang menyela dalam sepi Dan senyummu menyiksa batin Jelas sesak dipenuhi angan Apa hanya aku yang terusik gelisah Sungguh waktu tak memberi isyarat Ingatku hanya gelengan kepala hari itu Sudahlah, lupakan saja detik itu Katanya tidak boleh ada tangis Pun masih tetap saja sama Terlalu jauh melayang dalam akal Juga terlalu dalam di relung Terlampau asing dua daratan Hujan tak lagi membelokkan kemari Cerita usang terbuai bagai fiksi Dan ego berbisik tuk berhenti mengusik lagi Aku hanya menunggu ombak itu datang Lalu bertanya kapan hari itu tiba Tapi waktu yang kala itu juga hadir, memintaku untuk bersabar sedikit lagi Semakin gusar pilu ini Tapi rindu lebih —s.a
Hanya Ucapan Ini bukan puisi romantis, bukan sajak lalu, atau penggalan syair. Sekadar ucapan untukmu, karena ini bulanmu, Oktober. Pembatas dua musim tropis, sekaligus pertanda musim angin barat akan tiba. Selamat tanggal tiga untuk kali kesepeluh di tahun ini, tiga bulan setelah tanggal tiga lain yang selalu jadi favoritku. Selamat musim hujan, musim favoritmu, kupikir.
Comments
Post a Comment